Yeahh…Sebenarnya sudah lama saya mengincar domain ini, jauh sebelum saya melirik domain harismedia.com. Saya masih ingat ketika 5 tahun yang lalu ditahun 2006 saya memulai blog ini, terbesit keinginan untuk memiliki domain sendiri untuk blog ini, waktu itu beberapa nama domain saya lirik, dan salah satunya adalah haris.web.id ini. Sayang, waktu itu keinginan tersebut urung tercapai karena satu dan lain hal.
Nah 2 tahun kemudian di tahun 2008, ketika saya benar-benar berniat untuk memboyong domain ini, sayangnya domain tersebut sudah aktif di daftarkan atas nama orang lain, sehingga harismedia.com -lah yang menjadi pilihan terakhir saya.
Jujur, domain harismedia.com adalah domain pribadi terbaik yang pernah saya miliki di samping domain pribadi saya yang lain. Popularitas tinggi .com di mesin pencari, nama yang mudah diingat dan simple, dan beberapa hal lainnya membuat blog saya benar-benar kebanjiran traffik!
Ada alasan kuat dan mendasar mengapa saya begitu mengincar domain ini. Ada kawan yang bertanya kepada saya, persis beberapa hari setelah saya resmi pindah ke domain baru ini, “Lo gak sayang bro sama traffiknya, domain web.id kan gak sebanding sama .com?” Dengan simple saya cuma bilang : “Nama gw Haris!, dan gw anak Indonesia!”.
Kalo bukan kita yang bahu-membahu menaikkan derajat domain .id di mata dunia, siapa lagi???
Seiring bergulirnya Program Transformasi, keterbukaan menjadi hal penting bagi Pertamina. Untuk itu, Pertamina mengadakan Blog Contest 2009. Melalui kontes ini Pertamina berharap dapat menerima masukan dari masyarakat baik layanan, produk, maupun penerapan Good Corporate Governance (GCG) di Pertamina. Pelaksanaan Pertamina Blog Contest juga merupakan bagian partisipasi dari Divisi Komunikasi dalam memperingati HUT Pertamina ke 52.
Event ini merupakan yang kali pertama dilangsungkan oleh Pertamina dalam upaya lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dalam hal ini komunitas di dunia maya (internet cyber community) dalam format Blog Contest.
Untuk dapat mengikuti event Pertamina Blog Contest ini diatur dalam persyaratan dan materi yang dapat dilihat di www.pertaminablogcontest.com
Pertamina Blog Contest ini resmi dibuka sejak hari ini tanggal 12 Oktober 2009 dan akan berlangsung sampai dengan 5 Januari 2010.
Kriteria Pemenang adalah berdasarkan aspek hasil pencarian di mesin pencari, isi review dan tampilan. Keputusan pemenang akan dilakukan dengan dihadiri oleh Team Panitia, Dewan Juri dan Pihak PT.Pertamina (Persero). Pemenang lomba akan diumumkan di situs Corporate Website PT. Pertamina (Persero) dan Web Direktori Pertamina Blog Contest .
Bagi pemenang Juara I akan mendapatkan 1 (satu) unit sepeda motor + Souvenir dan Piagam Perhargaan, sedangkan Juara II mendapatkan 1 (satu) unit Notebook + Souvenir Pertamina dan Piagam Penghargaan, dan untuk Juara III akan mendapatkan 1 (satu) unit Blackberry + Souvenir Pertamina dan Piagam Penghargaan.
Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak diperkenankan melakukan surat-menyurat baik digital (e-mail) maupun bentuk lainnya dengan Dewan Juri Lomba.
Sumber info : Vitanouva.net

Hffff…Akhirnya masa penantian telah tiba…setelah menunggu dan memantau selama lebih dari 4 bulan lamanya. Study case saya soal pengaktifan nofollow kembali diblog ini sejak tanggal 14 Oktober 2008, setelah sebelumnya saya menggunakan dofollow sebagai langkah untuk berbagi cinta dengan sesama blogger melalui halaman komentar di blog saya, akhirnya sampai pada masa kesimpulan.
Hallo rekan semua, terima kasih atas dukungan penuh kalian pada blog saya ini. Tapi sebelumnya maaf, saya ada sedikit berita buruk. Saya akan mengaktifkan kembali atribut rel=”nofollow” di blog ini dengan cara menonaktifkan berbagai plugins yang selama ini aktif.
Adapun tujuan saya melakukan ini semua adalah karena saya ingin membuktikan sendiri berbagai rumor yang ada seputar “perlawanan” google terhadap para “dofollowers” (sebutan bagi para blogger yang menonatifkan rel=”nofollow” diblognya), baik dengan cara menurunkan pagerank, ataupun tidak memberikan prioritas utama di mesin pencari miliknya.
Belakangan terdengar isu daging sampah menyebar di banyak pasar diberbagai daerah, tak hanya daerah, diberbagai pasar di Jakarta-pun (yang notabene jakarta sebagai kota terbesar di indonesia) juga telah terbukti ditemukan daging sampah. Daging sampah yang seharusnya telah dibuang atau dijadikan makanan hewan* dijual kembali dengan harga yang jauh lebih murah dari daging yang masih segar.
Padahal, belum juga hilang dari ingatan kita berbagai isu-isu seputar daging yang juga telah lebih dulu merebak. Dari mulai isu daging tikus yang kerap dijadikan bahan pokok pengganti daging untuk membuat bakso, sampai isu daging gelonggongan yang dilakukan agar daging yang dijual jadi terlihat besar dan menggairahkan.
Inti dari permasalahan sebenarnya tak bisa kita telak lagi, bahwa faktor ekonomi telah menjadi satu-satunya pemicu kenapa orang sampai harus memutar otak bahkan sampai berbuat curang. Kondisi perekonomian yang memprihatinkan membuat daya beli masayarakat indonesia menjadi terpuruk. Jangankan untuk membeli daging, untuk sekedar membeli rokok sebatang saja harus terpaksa ngutang. Kondisi seperti ini juga pada akhirnya mendorong produsen/penjual-pun terpaksa harus menurunkan harga jual, karena harga daging yang masih segar sangat tidak memungkinkan untuk diturunkan…yaaa akhirnya berbagai cara pun ditempuh, dari daging kurus dibuat gemuk, sampai bekas dibuat baru
-
Articles
- November 2011
- October 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- February 2011
- January 2011
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- March 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- November 2007
- October 2007
- September 2006
- August 2006
- June 2006
- March 2005
-
Calendar
May 2012 M T W T F S S « Nov 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 -
Meta


