<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HarisMedia Dot Com &#187; Blogging</title>
	<atom:link href="http://www.harismedia.com/category/blogging/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.harismedia.com</link>
	<description>Blog, Internet, dan Komputer</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Dec 2009 16:01:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pertamina Blog Contest</title>
		<link>http://www.harismedia.com/blogging/pertamina-blog-contest/</link>
		<comments>http://www.harismedia.com/blogging/pertamina-blog-contest/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 10:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[contest]]></category>
		<category><![CDATA[pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[pertamina blog contest]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harismedia.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Seiring bergulirnya Program Transformasi, keterbukaan menjadi hal penting bagi Pertamina. Untuk itu, Pertamina mengadakan Blog Contest 2009. Melalui kontes ini Pertamina berharap dapat menerima masukan dari masyarakat baik layanan, produk, maupun penerapan Good Corporate Governance (GCG) di Pertamina. Pelaksanaan Pertamina Blog Contest juga merupakan bagian partisipasi dari Divisi Komunikasi dalam memperingati HUT Pertamina ke 52. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.harismedia.com/wp-content/uploads/pertaminablogcontest.png"><img class="alignnone size-full wp-image-445" title="pertaminablogcontest" src="http://www.harismedia.com/wp-content/uploads/pertaminablogcontest.png" alt="pertaminablogcontest" width="250" height="80" /></a></p>
<p>Seiring bergulirnya Program Transformasi, keterbukaan menjadi hal penting bagi <a href="http://www.pertamina.com/" target="_blank">Pertamina</a>. Untuk itu, Pertamina mengadakan Blog Contest 2009. Melalui kontes ini Pertamina berharap dapat menerima masukan dari masyarakat baik layanan, produk, maupun penerapan Good Corporate Governance (GCG) di Pertamina. Pelaksanaan Pertamina Blog Contest juga merupakan bagian partisipasi dari Divisi Komunikasi dalam memperingati HUT Pertamina ke 52.</p>
<p>Event ini merupakan yang kali pertama dilangsungkan oleh Pertamina dalam upaya lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dalam hal ini komunitas di dunia maya (internet cyber community) dalam format Blog Contest.</p>
<p>Untuk dapat mengikuti event Pertamina Blog Contest ini diatur dalam persyaratan dan materi yang dapat dilihat di <a href="http://www.pertaminablogcontest.com" target="_blank">www.pertaminablogcontest.com</a></p>
<p>Pertamina Blog Contest ini resmi dibuka sejak hari ini tanggal 12 Oktober 2009 dan akan berlangsung sampai dengan 5 Januari 2010.</p>
<p>Kriteria Pemenang adalah berdasarkan aspek hasil pencarian di mesin pencari, isi review dan tampilan. Keputusan pemenang akan dilakukan dengan dihadiri oleh Team Panitia, Dewan Juri dan Pihak <strong>PT.Pertamina (Persero)</strong>. Pemenang lomba akan diumumkan di situs Corporate Website PT. Pertamina (Persero) dan Web Direktori Pertamina Blog Contest .</p>
<p>Bagi pemenang Juara I akan mendapatkan <strong>1 (satu) unit sepeda motor + Souvenir dan Piagam Perhargaan</strong>, sedangkan <strong>Juara II mendapatkan 1 (satu) unit Notebook + Souvenir Pertamina dan Piagam Penghargaan, dan untuk Juara III akan mendapatkan 1 (satu) unit Blackberry + Souvenir Pertamina dan Piagam Penghargaan</strong>.</p>
<p>Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak diperkenankan melakukan surat-menyurat baik digital (e-mail) maupun bentuk lainnya dengan Dewan Juri Lomba.</p>
<p>Sumber info : <a href="http://www.vitanouva.net/index.php/topic,2209.0.html" target="_blank">Vitanouva.net</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/pertamina-blog-contest/" title="blog pertamina">blog pertamina</a></li><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/pertamina-blog-contest/" title="blog contest">blog contest</a></li><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/pertamina-blog-contest/" title="blogg pertamina">blogg pertamina</a></li><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/pertamina-blog-contest/" title="humor pertamina">humor pertamina</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 21.236 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harismedia.com/blogging/pertamina-blog-contest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NoFollow atau DoFollow??</title>
		<link>http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/</link>
		<comments>http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 13:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[dofollow]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[nofollow]]></category>
		<category><![CDATA[wp-stat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harismedia.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Hffff&#8230;Akhirnya masa penantian telah tiba&#8230;setelah menunggu dan memantau selama lebih dari 4 bulan lamanya. Study case saya soal pengaktifan nofollow kembali diblog ini sejak tanggal 14 Oktober 2008, setelah sebelumnya saya menggunakan dofollow sebagai langkah untuk berbagi cinta dengan sesama blogger melalui halaman komentar di blog saya, akhirnya sampai pada masa kesimpulan. Berikut, statistik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-207 aligncenter" title="statistik" src="http://harismedia.com/wp-content/uploads/2009/02/statistik.gif" alt="statistik" width="459" height="102" /></p>
<p>Hffff&#8230;Akhirnya masa penantian telah tiba&#8230;setelah menunggu dan memantau selama lebih dari 4 bulan lamanya. Study case saya soal <a href="http://www.harismedia.com/2008/10/14/mengaktifkan-relnofollow/" target="_self">pengaktifan nofollow kembali diblog ini</a> sejak tanggal 14 Oktober 2008, setelah sebelumnya saya menggunakan dofollow sebagai langkah untuk berbagi cinta dengan sesama blogger melalui halaman komentar di blog saya, akhirnya sampai pada masa kesimpulan.</p>
<p><span id="more-205"></span>Berikut, statistik yang saya generate dari plugins <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-stats/" target="_blank">wp-stat</a> yang sudah saya install sejak dari awal blog ini online.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-206 aligncenter" title="statistik-bulanan-wpstat" src="http://harismedia.com/wp-content/uploads/2009/02/statistik-bulanan-wpstat.gif" alt="statistik-bulanan-wpstat" width="370" height="267" /></p>
<p>Berikut sedikit keterangan dari saya :</p>
<p>Bulan Agustus 2008 dan sebelumnya blog saya mengalami naik turun statistik dengan kondisi yang nyaris menyedihkan&#8230;sering kali naik sedikit namun bulan berikutnya turun dengan drastis. Pernah sesekali saya kebanjiran pengunjung, itupun begitu isu seputar UU ITE bergulir yang saya menanggapi isu tersebut dalam tulisan saya diblog ini, dan itupun karena tulisan saya mendapat tautan dari blognya Cosa Aranda <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Bulan September, blog ini sedikit kebanjiran pengunjung, lagi-lagi karena tulisan yang memang pas dengan momen.</p>
<p>Bulan Oktober, kembali ke masa-masa <em>normal</em> <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , nyaris tiap harinya rata-rata pengunjung bisa dihitung dengan jari =(. Dibulan ini juga, tepatnya tanggal 14 saya memutuskan untuk mencoba mengaktifkan kembali rel=&#8221;nofollow&#8221; dihalaman komentar di blog ini.</p>
<p>November, Desember, Januari 2009, statistik blog ini kian meningkat, sejauh ini belum ada tulisan terbaru saya yang cenderung <em>&#8220;up to date&#8221;</em> alias <em>&#8220;ngikut trend&#8221;</em>&#8230;.jadi seharusnya masa-masa ini seharusnya merupakan masa-masa <em>&#8220;normal&#8221;</em> bagi blog saya, seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Tapi&#8230;saya melihat perubahan yang cukup signifikan dari masa-masa sebelumnya.</p>
<p>Sampai saat ini, pengunjung terbanyak blog ini (80%) adalah pengunjung yang <em>&#8220;nyasar&#8221;</em> dari mesin pencari yang kebanyakan adalah pengguna Google. Selebihnya adalah pengunjung dari pranala balik dari berbagai situs dan yang datang langsung kesini. Jadi, mungkinkah ini merupakan bentuk <em>&#8220;pengampunan&#8221;</em> dari Google??</p>
<p>Dari hasil diatas, saya tetap tidak mau sembrono untuk mengatakan bahwa Dofollow-lah yang menyebabkan blog saya sepi pengunjung, karena bagaimanapun, saya sangat menyukai konsep dofollow itu sendiri. Dan ya, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya nge-blog atas dasar senang, bukan karena saya tergila-gila dengan traffik yang tinggi.</p>
<p>Namun demikian, tidak bisa dipungkiri, hari ini saya telah mendapatkan lebih banyak teman daripada sebelumnya saat dofollow masih bercokol dikolom komentar blog ini. Jadi saya menyatakan saya akan tetap menggunakan rel=&#8221;nofollow&#8221; di kolom komentar blog ini.</p>
<p>Tapi, karena kecintaan saya pada dofollow, saya tetap akan mematikan nofollow di beberapa tempat diblog saya, di recent comment di sidebar blog ini, tiap komentar yang masuk dan memberikan alamat url, akan tercantum pranala balik ke alamat url tersebut, tanpa nofollow. Next, saya akan coba beberapa plugins lainnya yang memungkinkan saya memberikan &#8220;nilai&#8221; dalam pranala balik.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/" title="cache:IlwQ2eOA3dUJ:www harismedia com/science-and-technology/bunyi-beep-pada-komputer/ suara bip ga ada pada mainboard">cache:IlwQ2eOA3dUJ:www harismedia com/science-and-technology/bunyi-beep-pada-komputer/ suara bip ga ada pada mainboard</a></li><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/" title="menulis nofollow di wp">menulis nofollow di wp</a></li><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/" title="recent comment nofollow seo wp">recent comment nofollow seo wp</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 24.579 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan kembali rel=&#8221;nofollow&#8221;</title>
		<link>http://www.harismedia.com/blogging/mengaktifkan-relnofollow/</link>
		<comments>http://www.harismedia.com/blogging/mengaktifkan-relnofollow/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 02:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[nofollow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harismedia.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Hallo rekan semua, terima kasih atas dukungan penuh kalian pada blog saya ini. Tapi sebelumnya maaf, saya ada sedikit berita buruk. Saya akan mengaktifkan kembali atribut rel="nofollow" di blog ini dengan cara menonaktifkan berbagai plugins yang selama ini aktif.

Adapun tujuan saya melakukan ini semua adalah karena saya ingin membuktikan sendiri berbagai rumor yang ada seputar "perlawanan" google terhadap para "dofollowers" (sebutan bagi para blogger yang menonatifkan rel="nofollow" diblognya), baik dengan cara menurunkan pagerank, ataupun tidak memberikan prioritas utama di mesin pencari miliknya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo rekan semua, terima kasih atas dukungan penuh kalian pada blog saya ini. Tapi sebelumnya maaf, saya ada sedikit berita buruk. Saya akan mengaktifkan kembali atribut rel=&#8221;nofollow&#8221; di blog ini dengan cara menonaktifkan berbagai plugins yang selama ini aktif.</p>
<p>Adapun tujuan saya melakukan ini semua adalah karena saya ingin membuktikan sendiri berbagai rumor yang ada seputar &#8220;perlawanan&#8221; google terhadap para &#8220;dofollowers&#8221; (sebutan bagi para blogger yang menonatifkan rel=&#8221;nofollow&#8221; diblognya), baik dengan cara menurunkan pagerank, ataupun tidak memberikan prioritas utama di mesin pencari miliknya.</p>
<p>Meski banyak tulisan yang banyak menjelaskan dan bahkan membenarkan hal tersebut (tentunya dengan disertai bukti yang cukup meyakinkan), tapi saya merasa dengan membuktikannya sendiri akan menjadi satu pengalaman yang baik bagi saya.</p>
<p>Latar belakangnya tentu saja makin menurunnya popularitas blog ini di mesin pencari paman google, dan menurunnya PR blog ini dari 3 menjadi 2, yang tadinya saya memperkirakan bahwa blog saya akan naik rangking <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  malah ternyata turun.</p>
<p>Tapi terus terang saja, saya tidak terlalu perduli dengan PR yang tinggi, popularitas di mesin pencari dsb. Toh saya ngeblog atas dasar senang&#8230;.</p>
<p>So, dalam beberapa bulan kedepan saya akan mematikan fungsi tersebut sambil memfokuskan mata saya pada data statistik blog saya. Setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan, saya akan mengaktifkan kembali fungi dofollow di blog saya&#8230; <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="padding-left: 30px;">Baca hasil case di <a href="http://www.harismedia.com/2009/02/04/nofollow-atau-dofollow/" target="_self">NoFollow atau DoFollow</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harismedia.com/blogging/mengaktifkan-relnofollow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daging Sampah</title>
		<link>http://www.harismedia.com/blogging/daging-sampah/</link>
		<comments>http://www.harismedia.com/blogging/daging-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 19:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trik]]></category>
		<category><![CDATA[daging sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harismedia.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan terdengar isu daging sampah menyebar di banyak pasar diberbagai daerah, tak hanya daerah, diberbagai pasar di Jakarta-pun (yang notabene jakarta sebagai kota terbesar di indonesia) juga telah terbukti ditemukan daging sampah. Daging sampah yang seharusnya telah dibuang atau dijadikan makanan hewan* dijual kembali dengan harga yang jauh lebih murah dari daging yang masih segar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://harismedia.com/wp-content/uploads/2008/09/daging.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-124" title="daging" src="http://www.harismedia.com/wp-content/uploads/2008/09/daging-300x214.jpg" alt="" width="240" height="171" /></a>Belakangan terdengar isu daging sampah menyebar di banyak pasar diberbagai daerah, tak hanya daerah, diberbagai pasar di Jakarta-pun (yang notabene jakarta sebagai kota terbesar di indonesia) juga telah <a href="http://www.beritajakarta.com/V_Ind/berita_detail.asp?idwil=0&amp;nNewsId=30374" target="_blank">terbukti ditemukan daging sampah</a>. Daging sampah yang seharusnya telah dibuang atau dijadikan makanan hewan* dijual kembali dengan harga yang jauh lebih murah dari daging yang masih segar.</p>
<p>Padahal, belum juga hilang dari ingatan kita berbagai isu-isu seputar daging yang juga telah lebih dulu merebak. Dari mulai isu <a href="http://azayaka2004.blogspot.com/2006/01/bakso-tikus.html" target="_blank">daging tikus yang kerap dijadikan bahan pokok pengganti daging untuk membuat bakso</a>, sampai isu <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/09/13194792/inilah.ciri-ciri.daging.gelonggongan" target="_blank">daging gelonggongan</a> yang dilakukan agar daging yang dijual jadi terlihat besar dan menggairahkan. <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Inti dari permasalahan sebenarnya tak bisa kita telak lagi, bahwa faktor ekonomi telah menjadi satu-satunya pemicu kenapa orang sampai harus memutar otak bahkan sampai berbuat curang. Kondisi perekonomian yang memprihatinkan membuat daya beli masayarakat indonesia menjadi terpuruk. Jangankan untuk membeli daging, untuk sekedar membeli rokok sebatang saja harus terpaksa ngutang. Kondisi seperti ini juga pada akhirnya mendorong produsen/penjual-pun terpaksa harus menurunkan harga jual, karena harga daging yang masih segar sangat tidak memungkinkan untuk diturunkan&#8230;yaaa akhirnya berbagai cara pun ditempuh, dari daging kurus dibuat gemuk, sampai bekas dibuat baru <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-125"></span></p>
<p>Bila kita mau kilas balik, ternyata keadaan yang menyedihkan seperti ini ternyata tidak datang dengan tanpa sebab&#8230;sudah bertahun-tahun negeri ini terus-menerus dirampok dan digerogoti oleh para elit dan koruptor yang gak gak pernah kenyang-kenyang&#8230;.biadab memang&#8230;</p>
<p>Tapi sudahlah, disini saya gak akan coba nguak lebih jauh lagi soal daging, apalagi sampai jauh-jauh membahas soal politik.</p>
<p>Jadi, apa sebenarnya tujuan dari tulisan ini donk? hehehe&#8230;intinya saya ingin membahas soal daur ulang&#8230;lho koq? yep&#8230;.lepas dari daging sampah yang di jual kembali, daur ulang sebenarnya sangat bermakna positif&#8230;yaitu membudidayakan kembali sesuatu yang sudah tidak berguna/basi, tentu saja dengan sedikit memberi sentuhan baru <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagi blogger, daur ulang bisa bermakna mempublikasikan kembali tulisan-tulisan yang pernah ada/ditulis/ditemukan menjadi sesuatu yang baru.</p>
<p>Tentu saja hal ini sah-sah saja&#8230;toh kita juga gak pernah tahu apakah tulisan yang kita <em>daur-ulang</em> tersebut apakah orisinil atau bukan&#8230;.lagipula&#8230;saya gak pernah percaya dengan orisinalitas&#8230;:D</p>
<p>Sekedar buka rahasia, di blog saya ini banyak koq tulisan hasil <em>re-publikasi</em> tulisan lain (kayak <a href="http://www.harismedia.com/2008/04/21/tips-pencarian-google-bagian-1/">ini</a> dan <a href="http://www.harismedia.com/2008/02/29/privacy-statement/">ini</a>) <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#8230;.seperti yang saya tulis diatas&#8230;sah-sah saja koq. Tapi jangan lupa&#8230;ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan bila kita berniat mendaur ulang sebuah tulisan.</p>
<ol>
<li>Tidak masalah apabila anda mendaur ulang tulisan berbahasa indonesia ataupun asing, tapi kalau ingin sekedar menerjemahkan mentah-mentah dari sumber tulisan asing, jangan lupa yah kasih tau sumber asalnya&#8230;salah-salah nanti anda bisa <a href="http://www.harismedia.com/2008/03/18/copy-paste-masukkan-sumber-asalnya-donk/">disemprot</a> <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Sebaiknya jangan mendaur ulang tulisan dengan mengutip seluruh tulisan&#8230;saya pribadi biasanya paling banyak sekitar 70% materi sumber saya masukkan (selain terjemahan)&#8230;sisanya&#8230;biasa&#8230;retouch&#8230;:D&#8230;tapi kalo bisa maksimal 50-50 (<em>fifty-fifty</em>) lah..</li>
<li>Kalau bisa, jangan mendaur ulang hanya dari satu sumber tulisan&#8230;sempurnakan tulisan tersebut dari berbagai sumber&#8230;misal anda ingin mendaur ulang sebuah tulisan tentang google adsense, jangan jadikan hanya satu tulisan sebagai rujukan, cari tulisan lain juga agar informasi yang ingin disampaikan jadi jauh lebih sempurna, tapi jangan lupa untuk menambahkan konten asli dari anda sendiri&#8230;walau cuma sekedar menambahkan kata &#8220;dan&#8221; hahahaha&#8230;.parah banget sih&#8230;</li>
<li>Kreatif&#8230;.apapun tulisan yang ingin anda publikasikan kembali, buat tulisan tersebut agar jadi&#8230;elu banget&#8230; <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Masuk akal&#8230;jangan coba-coba reproduksi tulisan yang anda sama sekali gak ngerti isinya apa karena anda emang gak nguasain bidangnya&#8230;salah-salah&#8230;anda malah akan buat tulisan ancur gak jelas&#8230;tapi tentu saja ada pengecualian jika anda emang mau belajar terlebih dahulu bidang tersebut&#8230;toh semua orang berhak belajar apapun kan&#8230;</li>
</ol>
<p>Oke&#8230;coba deh jajal tips diatas&#8230;moga membantu&#8230;gak usah takut nanti dibilang plagiat, sebab kalo kita boleh jujur&#8230;gak ada yang yang orisinil dibumi ini, secara saat ini kita merupakan generasi yang ke-sekian juta dari umat manusia yang pernah hidup dibumi. Tinggal gimana kita mengasah kreativitas kita sendiri aja kan <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oke&#8230;happy blogging&#8230;oh ya&#8230;bagi-bagi yah kalo punya tips lain seputar tulisan ini <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/daging-sampah/" title="daging pasar">daging pasar</a></li><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/daging-sampah/" title="daging sampah">daging sampah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.325 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harismedia.com/blogging/daging-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
