Pacaran Beda Agama???


Short url : This is the short link.

Disadur dari http://www.indodating.com/ktvsl_pindahagama.html

Pacaran beda agama selalu menimbulkan masalah. Siapa yang akan pindah agama? Kalo kamu yang harus pindah agama, apa sebabnya? Apakah cuma gara-gara beda agama pacar kamu nggak mau sama kamu? Kenapa harus kamu yang pindah agama? Kenapa bukan dia? Kenapa masing-masing nggak bisa pegang agamanya masing-masing aja?

Prof sih nggak pernah punya problem ini, karena Prof nggak beragama dan nggak percaya Tuhan (atheist). Selain itu, Prof juga nggak kenal sama kamu, jadi Prof bisa bahas soal ini secara objektif dan jujur tanpa harus takut kehilangan siapa-siapa (emang udah dari sononya sih Prof nggak takut kehilangan siapa-siapa). Mudah-mudahan aja setelah baca pendapat Prof, kamu pikir-pikir lagi sebelum pindah agama atau memaksa pacar kamu pindah agama.

Mula-mula, terus terang aja, semua orang yang ngakunya nggak keberatan untuk pindah agama berbohong pada dirinya sendiri – dan mungkin pada orang lain juga. Kenyataan yang kedua, biasanya cowok lebih menurut sama cewek dalam soal pindah-pindahan agama.

Buat siapa pun yang mau pindah agama, lucunya tuh begini. Agama itu kan soal kepercayaan, dan kepercayaan setiap orang jelas berbeda-beda. Karena itu, agama pun sifatnya pribadi. Kamu nggak bisa dan nggak boleh mamaksakan kepercayaan kamu terhadap orang lain. Yang mengendalikan pikiran setiap orang adalah orangnya sendiri. Mungkin kamu bisa pengaruhi sedikit kadang-kadang, tapi udah jelas-jelas kamu nggak boleh memaksakan kehendak kamu dan mendikte orang supaya pindah agama ke agama kamu.

Sesuai dengan hal di atas, kamu bisa tarik kesimpulan sendiri mengenai orang yang mau aja pindah agama gara-gara pacarnya. Artinya, kamu bisa menebak sejauh mana kepercayaan dia dengan agamanya sendiri berdasarkan keputusannya. Prof selalu bilang bahwa kalo kamu punya hubungan di mana kamu nggak bisa jadi diri kamu sendiri, artinya kamu pacaran sama Mr. atau Miss Wrong.

Ini terutama tercermin dari cowok-cowok yang pindah agama gara-gara ceweknya. Apa-apaan tuh? Cuma gara-gara kamu dapet cewek yang menarik bagi kamu (a nice piece of ass) terus kamu tinggal semua kepercayaan kamu? Gara-gara kamu mau liat dia telanjang kamu mendadak percaya sama apa yang dia percaya? Ha ha ha ha…!!! Lucu sekali!!! Amit-amit juga deh. Itu namanya KAMU COWOK PUSSY!!!

Jadi apa yang harus kamu—cowok dan cewek—lakukan kalo punya pacar yang beda agamanya? Prof bilang, seharusnya perbedaan agama nggak menjadi soal kalo memang kamu suka dan sayang terhadap satu sama lain. Kalo memang agama kamu itu penting sekali bagi kamu dan kamu nggak mau punya partner yang beda agama, jangan cari yang beda agama. Cari aja yang seagama.

Terus terang, Prof sendiri nggak bersedia pacaran sama orang yang taat beragama, karena Prof adalah seorang atheist. Karena itu, Prof cuma mau sama cewek yang juga atheist atau yang agamanya cuma di KTP aja. Gimana kalo ada cewek cakep dan sexy yang beragama yang mau nge-date sama Prof? Terus terang lagi, Prof selalu masukin mereka ke kategori “bang her and leave her” (abis manis sepah dibuang), tapi itu mah cerita lain lagi. Yang Prof maksud di sini, Prof punya aturan untuk diri Prof sendiri. Jadi Prof nggak bingung sendiri, nggak bikin orang bingung, dan nggak maksa orang. Kalo misalnya cewek itu masih mau sama Prof, ya Prof suruh pilih aja salah satu—nggak setengah-setengah.

Kalo prioritas kamu itu jelas, kamu nggak bakalan bingung. Kenapa bisa begitu? Karena kalo kamu bisa bilang apa yang no. 1, no. 2, no. 3, dan seterusnya; kamu bisa mengambil keputusan tanpa jungkir balik dulu. Apa Prof pernah menyesal atau menyayangkan hasil keputusan Prof sendiri? Tentu aja, apalagi kalo Prof singkirin cewek yang cakep dan sexy…ha ha ha ha! Tapi Prof selalu pegang peraturan Prof untuk diri Prof sendiri, karena Prof rasa itu yang terbaik untuk Prof. Gimana caranya Prof tau itu yang terbaik? Karena Prof yang bikin sendiri, dan BUKAN ORANG LAIN!!!

Kepada orang-orang yang membunuh orang lain gara-gara agama, Prof selalu pengen tanya, “Apakah Tuhan suruh kamu bunuh orang yang lain agamanya?” Dalam hal ini sama juga. Prof bisa tanya kamu, “Apa Tuhan kamu suruh kamu untuk memaksa pacar kamu pindah agama?” Kalo jawaban untuk kedua pertanyaan ini “iya,” apa pantas Tuhan semacam itu dipuja, disembah, dan dipercaya? Itu mah namanya Tuhan yang mendukung diskriminasi!!!

Incoming search terms for the article:

No related posts.

Jika Anda menyukai artikel di blog ini, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel dari HarisMedia Dot Com secara gratis melalui email

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

19 Comments to “Pacaran Beda Agama???”

  1. peaceman 4 December 2006 at 10:04 PM #

    sy setuju sama prof ttng pacaran beda agama
    sy pikir
    klo g mw pindah agama, ga usah pacaran beda agama
    klo g mw pindah agama trus masih pacaran beda agama, brarti tuh org kurang paham sama agamanya (klo yakin sama agamanya, ngapain pacaran sama org beda agama?)

    mengenai atheis-nya prof
    itu terserah prof
    tp, ini cuma saran y prof
    di agama sy, hidayah itu ga datang dgn sendirinya
    apalagi klo ortunya (yg mestinya ngajarin dia) g dpt hidayat sebelumnya
    hidayah itu mesti dicari

    seperti Roger Geraudy (kenal kan?)
    dulunya dia atheis kok

    ini cuma saran y prof…
    PEACE!

  2. harisx 4 December 2006 at 11:45 PM #

    hallo peace…makasih buat masukannya, ya….lagian, siapa juga yang diem aja, saya yakin…tiap orang pasti akan selalu mencari kebenarannya dalam versinya masing2. Bahkan, menurut saya, orang yang theis-pun masih sering berfikir apakah agama saya lebih benar atau tidak?

    Persoalan hidayah…entahlah saya gak begitu yakin soal siapa dapat hidayah dari siapa, sebab banyak rekan saya pun yang atheis setelah merasa mendapatkan pencerahan (hidayah?) bahwa tuhan tidak eksis keberadaannya. Begitu juga yang beragama, banyak orang pindah dari kristen->islam, islam->kristen, dll karena merasa telah mendapatkan hidayah..jadi saya mungkin gak mau ambil pusing soal hidayah ini, cuma untuk mencari kebenaran…terus terang saya gak pernah berhenti…tapi sampai detik ini..yaaa beginilah saya, saya pernah menjadi muslim, bahkan orang tua saya muslim, pindah ke nasrani, kembali lagi kemuslim, akhirnya tidak mempercayai semuanya, entah besok…apakah hal ini bisa dikatakan kalo saya telah dapat dan kemudian kehilangan hidayah?? entahlah saya gak peduli, yang saya ingat…pencarian saya akan kebenaran gak pernah berhenti, tapi sampai detik ini sekali lagi, beginilah saya.

    hehehe…kalo soal Roger Geraudy…dia cuma 1 orang dari jutaan ahkan ratusan juta atheis diseluruh dunia, dan baguslah kalo akhirnya dia bisa menemukan dan meyakini pilihannya ;) .

  3. peaceman 5 December 2006 at 11:04 PM #

    ok!
    lebih kokoh memang
    bila sesuatu yang kita yakini, bukan diletakkan sebagai identitas, namun diyakini sebagai sebuah kebenaran

    terus dan teruslah mencari

    gw boleh kirim doa kan?:
    s’moga lekas bertemu dengan “pencerahan” itu

    PEACE!

  4. Ardi 23 December 2006 at 12:51 PM #

    saya lagi pacaran serius sama cewek beda agama, tapi kami ttp enjoy koq, kami berdua sama-sama percaya kalo Tuhan itu SATU, yang membuat beda adalah cara kita menyembah-Nya..
    jadi ga ada masalah kalo pacaran beda agama..
    ga semua orang yang pacaran beda agama itu pasti hancur nantinya, tergantung individu masing2 yang menjalaninya.
    saya bukan menggurui, tapi ini kenyataan..
    semoga ini bisa jadi masukan buat kita semua
    THANKS..

  5. dealovich 23 December 2006 at 4:50 PM #

    bagaimanapun, pacaran ma beda agama tuh HARAM HARAM CEMAS!!! yang ngelakuin pasti dosa, GEDHE Booo!!!
    ustad gwa pennah cerita, kumpul ma cewe islam tapi gak ngelaksanain sholat, sama kayak berkumpul ma “ANJING” (sorry)!!!

    palagi ma yang beda agama!!!

    sadar preend, cewe/cowo yang islam gak sedikit koq!!

    ngapain musti ngorbanin aqidah qita!!!

    ngorbanin???

    iya dong, kan dengan begitu kita mengakui eksistensi tuhan mereka!!!

    ingat men, kita musti konsisten ma “LAAILAHAILLALLAH, MUHAMMAD RASULULLAH”

    itu manifestasi daasaar kita untuk menjalani keislaman kita!!!

  6. ce_myut 24 December 2006 at 4:57 PM #

    up 2 prof mo blg ap…
    balik k diri maseng2…
    pacarqu ga mikrin soal agma
    ga mo ambil pusing
    kami menjalani kepercayaan masing2…

  7. cubu 25 December 2006 at 9:55 PM #

    Bagus… prof punya pendirian seperti itu.
    Saya dukung pendirian prof dan proses pencarian prof.
    Orang begini biasanya kalau ketemu, bener2 sungguh-sungguh nggak cuman ikut2an.
    Tapi, aku cuma kasih saran dikit untuk prof:
    1. Jangan terlalu membanggakan otak kita, volumenya terbatas, nggak mungkin membahas yang tidak terbatas.
    2. Sinergi hati dan otak, sangat penting selalu kita lakukan dalam mencermati apa saja.
    Contoh: kalu hati sedang mood, melihat jalan di guyur hujan saja begitu indah, otomatis otak kita akan menganalisa hal2 yang positif, tidak demikian sebaliknya.
    3. Ngomong-ngomong masalah Eksistensi Tuhan, ada atau enggak? Nggak usah jauh2, coba pikirin dan rasakan (tentu dng hati dan otak) tentang UDARA yang kita hirup. Berani taruhan, belum pernah ada yang bisa MELIHAT UDARA, tapi kita bisa MERASAKAN UDARA, malahan kita rampok tiap hari habis2an untuk bernafas agar tetap hidup. Saking BANYAKNYA, kita tidak pernah lagi peka untuk MERASAKANNYA.

    Itu dulu deh, selamat mencari

  8. stalag 18 January 2007 at 11:53 AM #

    ahaha sok atheis kamu, sok nda punya tuhan, sok ikutan punya banyak agama….suatu saat kita lihat nanti apa yang kamu cari jika maut didepanmu, masihkan gagah dan ganteng dengan rambut belahmu, atau kita lihat se PUSSY apa kamu…ahahahahahaha

    saksikan
    saksikan
    saksikan

  9. harisx 19 January 2007 at 4:52 PM #

    hehehe…stalag….rambutku udah gak belah tengah lagi koq :P …ya udah liat aja nti…. ;)