Produksi Susu Terus Merosot – Peternak Minta Pemerintah Menekan Kenaikan Harga Pakan
Short url : This is the short link.
Banyumas, Kompas – Daya pasok susu sapi perah dari Banyumas ke sejumlah industri pengolah susu atau IPS di Jawa Tengah setiap tahunnya kian menurun. Produksi susu di tingkat peternak juga tak menunjukkan perbaikan.
Bahkan, peternak harus menanggung kerugian karena harga susu selalu berada di bawah biaya produksi peternakan sapi perah.
Bendahara Koperasi Peternak Satria (Pesat) Banyumas, Jawa Tengah, Darwo Sukarso, Kamis (18/10), mengatakan, menurunnya daya pasokan susu ke sejumlah IPS di Jateng mulai terjadi pada awal tahun 2000. Sebelum tahun itu, Koperasi Pesat setiap harinya dapat memasok susu segar ke salah satu IPS di Yogyakarta sebanyak 7.000 liter. Namun kini, pasokan susu dari Koperasi Pesat ke IPS tersebut anjlok menjadi 4.000 liter untuk setiap dua harinya.
Perubahan itu terjadi setelah adanya kebijakan yang mencabut surat keputusan bersama (SKB) Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, dan Menteri Koperasi untuk diganti dengan kebijakan perdagangan luar negeri regional antarnegara Asia. Padahal, di dalam SKB itu diatur bahwa setiap IPS wajib menyerap susu ternak lokal sebanyak 75 persen.
“Sejak SK itu dicabut, pihak IPS jadi lebih banyak menyerap susu yang diimpor dari luar negeri. Sampai akhirnya, kami hanya diberi jatah memasok susu 4.000 liter untuk dua hari,” ujarnya.
Akibatnya, peternak menjadi tidak bergairah sehingga produksi susu semakin menurun. “Kondisinya sekarang, baik produksi susu dari peternak maupun daya serap susu di tingkat IPS terus menurun,” kata Darwo.
Suwarto, Ketua Kelompok Peternak Sapi Perah Margo Mulyo di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Banyumas, menyatakan, harga jual yang sangat rendah di tingkat peternak, Rp 1.500 per liter, semakin membuat peternak malas memproduksi susu.
Penggemukan
Harga pakan yang terus melambung juga menjadi penyebab berkurangnya produksi susu. Tidak sedikit peternak di Boyolali, Jawa Tengah, yang tidak memerah susu sapinya untuk dijual ke koperasi unit desa (KUD). Mereka lebih suka membeli sapi anakan untuk disusukan ke induk yang sedang menyusui. Tiga bulan kemudian, sapi anakan itu dijual.
Hal itu dilakukan karena harga susu saat ini tidak sebanding dengan harga pakan yang terus melambung. Saat ini harga susu di tingkat peternak di Boyolali hanya Rp 1.800, sementara harga bekatul saja Rp 1.600 per kg. Belum lagi air minum yang di musim kemarau juga harus dibeli sebesar Rp 75.000 per tangki.
Karena itu, para peternak meminta pemerintah untuk berupaya menekan harga pakan agar tidak memberatkan peternak. Peternak juga meminta agar ada transparansi dalam penetapan harga jual susu dari peternak. Sebab, selama ini harga itu ditetapkan berdasarkan pembicaraan antara pihak koperasi dan IPS.
Peningkatan kualitas
Lebih lanjut, Suwarto menambahkan, menurunnya kualitas dan kuantitas produksi susu tidak terlepas dari kenyataan bahwa sapi yang ada saat ini umumnya adalah sapi keturunan, bukan sapi unggul murni.
Sebenarnya, kata dia, peningkatan kualitas sapi bisa dilakukan dengan inseminasi menggunakan sperma dari semen ternak sapi unggul asal New Zealand. Metode itu diperkirakan dapat mengembalikan produksi susu setiap ekor ternak sapi perah menjadi 50 liter per hari, dari kondisi saat ini yang setiap ekornya hanya mampu memproduksi susu 12 liter.
“Selama ini, inseminasi dilakukan dengan menggunakan semen dari pejantan yang sudah dikembangkan di Indonesia. Harganya Rp 25.000, tetapi hasilnya jelek. Keturunannya jadi tak bagus lagi. Kalau menggunakan semen dari New Zealand, keturunannya akan meningkat kualitasnya dan tak perlu ada bantuan ternak sapi lagi,” tuturnya.
Menurut dia, harga semen dari New Zealand itu memang lebih mahal, Rp 100.000, tetapi setiap peternak sangat mengharapkannya. Sebab, dengan menggunakan semen impor itu keturunan yang dihasilkan berkualitas prima. “Masalahnya, semen dari New Zealand itu tidak ada,” katanya. (mdn/eki)
Incoming search terms for the article:
Related posts:
- Sapi Around the Globe : Sapi…oh…sapi… hahaha…sekedar buat refreshing guys ——— SOCIALISM Kau punya 2 sapi...

