<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HarisMedia Dot Com &#187; dofollow</title>
	<atom:link href="http://www.harismedia.com/tag/dofollow/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.harismedia.com</link>
	<description>Blog, Internet, dan Komputer</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Dec 2009 16:01:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>NoFollow atau DoFollow??</title>
		<link>http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/</link>
		<comments>http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 13:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[dofollow]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[nofollow]]></category>
		<category><![CDATA[wp-stat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harismedia.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Hffff&#8230;Akhirnya masa penantian telah tiba&#8230;setelah menunggu dan memantau selama lebih dari 4 bulan lamanya. Study case saya soal pengaktifan nofollow kembali diblog ini sejak tanggal 14 Oktober 2008, setelah sebelumnya saya menggunakan dofollow sebagai langkah untuk berbagi cinta dengan sesama blogger melalui halaman komentar di blog saya, akhirnya sampai pada masa kesimpulan. Berikut, statistik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-207 aligncenter" title="statistik" src="http://harismedia.com/wp-content/uploads/2009/02/statistik.gif" alt="statistik" width="459" height="102" /></p>
<p>Hffff&#8230;Akhirnya masa penantian telah tiba&#8230;setelah menunggu dan memantau selama lebih dari 4 bulan lamanya. Study case saya soal <a href="http://www.harismedia.com/2008/10/14/mengaktifkan-relnofollow/" target="_self">pengaktifan nofollow kembali diblog ini</a> sejak tanggal 14 Oktober 2008, setelah sebelumnya saya menggunakan dofollow sebagai langkah untuk berbagi cinta dengan sesama blogger melalui halaman komentar di blog saya, akhirnya sampai pada masa kesimpulan.</p>
<p><span id="more-205"></span>Berikut, statistik yang saya generate dari plugins <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-stats/" target="_blank">wp-stat</a> yang sudah saya install sejak dari awal blog ini online.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-206 aligncenter" title="statistik-bulanan-wpstat" src="http://harismedia.com/wp-content/uploads/2009/02/statistik-bulanan-wpstat.gif" alt="statistik-bulanan-wpstat" width="370" height="267" /></p>
<p>Berikut sedikit keterangan dari saya :</p>
<p>Bulan Agustus 2008 dan sebelumnya blog saya mengalami naik turun statistik dengan kondisi yang nyaris menyedihkan&#8230;sering kali naik sedikit namun bulan berikutnya turun dengan drastis. Pernah sesekali saya kebanjiran pengunjung, itupun begitu isu seputar UU ITE bergulir yang saya menanggapi isu tersebut dalam tulisan saya diblog ini, dan itupun karena tulisan saya mendapat tautan dari blognya Cosa Aranda <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Bulan September, blog ini sedikit kebanjiran pengunjung, lagi-lagi karena tulisan yang memang pas dengan momen.</p>
<p>Bulan Oktober, kembali ke masa-masa <em>normal</em> <img src='http://www.harismedia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , nyaris tiap harinya rata-rata pengunjung bisa dihitung dengan jari =(. Dibulan ini juga, tepatnya tanggal 14 saya memutuskan untuk mencoba mengaktifkan kembali rel=&#8221;nofollow&#8221; dihalaman komentar di blog ini.</p>
<p>November, Desember, Januari 2009, statistik blog ini kian meningkat, sejauh ini belum ada tulisan terbaru saya yang cenderung <em>&#8220;up to date&#8221;</em> alias <em>&#8220;ngikut trend&#8221;</em>&#8230;.jadi seharusnya masa-masa ini seharusnya merupakan masa-masa <em>&#8220;normal&#8221;</em> bagi blog saya, seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Tapi&#8230;saya melihat perubahan yang cukup signifikan dari masa-masa sebelumnya.</p>
<p>Sampai saat ini, pengunjung terbanyak blog ini (80%) adalah pengunjung yang <em>&#8220;nyasar&#8221;</em> dari mesin pencari yang kebanyakan adalah pengguna Google. Selebihnya adalah pengunjung dari pranala balik dari berbagai situs dan yang datang langsung kesini. Jadi, mungkinkah ini merupakan bentuk <em>&#8220;pengampunan&#8221;</em> dari Google??</p>
<p>Dari hasil diatas, saya tetap tidak mau sembrono untuk mengatakan bahwa Dofollow-lah yang menyebabkan blog saya sepi pengunjung, karena bagaimanapun, saya sangat menyukai konsep dofollow itu sendiri. Dan ya, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya nge-blog atas dasar senang, bukan karena saya tergila-gila dengan traffik yang tinggi.</p>
<p>Namun demikian, tidak bisa dipungkiri, hari ini saya telah mendapatkan lebih banyak teman daripada sebelumnya saat dofollow masih bercokol dikolom komentar blog ini. Jadi saya menyatakan saya akan tetap menggunakan rel=&#8221;nofollow&#8221; di kolom komentar blog ini.</p>
<p>Tapi, karena kecintaan saya pada dofollow, saya tetap akan mematikan nofollow di beberapa tempat diblog saya, di recent comment di sidebar blog ini, tiap komentar yang masuk dan memberikan alamat url, akan tercantum pranala balik ke alamat url tersebut, tanpa nofollow. Next, saya akan coba beberapa plugins lainnya yang memungkinkan saya memberikan &#8220;nilai&#8221; dalam pranala balik.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/" title="cache:IlwQ2eOA3dUJ:www harismedia com/science-and-technology/bunyi-beep-pada-komputer/ suara bip ga ada pada mainboard">cache:IlwQ2eOA3dUJ:www harismedia com/science-and-technology/bunyi-beep-pada-komputer/ suara bip ga ada pada mainboard</a></li><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/" title="menulis nofollow di wp">menulis nofollow di wp</a></li><li><a href="http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/" title="recent comment nofollow seo wp">recent comment nofollow seo wp</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.068 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harismedia.com/blogging/nofollow-atau-dofollow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berikan cinta ++ dengan nofollow</title>
		<link>http://www.harismedia.com/seo/berikan-cinta-dengan-nofollow/</link>
		<comments>http://www.harismedia.com/seo/berikan-cinta-dengan-nofollow/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 19:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haris</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[blogspot]]></category>
		<category><![CDATA[dofollow]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[nofollow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harismedia.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Dipostingan terdahulu saya sudah membahas soal bagaimana seharusnya sikap yang kita miliki pada para pemberi komentar diblog kita, kini sesuai janji saya, saatnya kita memberikan cinta ++ (baca:plus-plus) dengan memberikannya penghargaan berupa kesempatan agar berbagai komentar apapun yang masuk, ketika postingan terakhir diblognya telah terekam dilembar komentar kita melalui commentluv, dapat diperhitungkan tiap detailnya oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-120" title="nofollow" src="http://www.harismedia.com/wp-content/uploads/2008/09/nofollow-300x202.jpg" alt="" hspace="4" vspace="4" width="200" align="right" />Dipostingan <a href="http://www.harismedia.com/2008/04/07/tebarkan-cinta-dengan-commentluv/">terdahulu</a> saya sudah membahas soal bagaimana seharusnya sikap yang kita miliki pada para pemberi komentar diblog kita, kini sesuai janji saya, saatnya kita memberikan cinta ++ (baca:plus-plus) dengan memberikannya penghargaan berupa kesempatan agar berbagai komentar apapun yang masuk, ketika postingan terakhir diblognya telah terekam dilembar komentar kita melalui commentluv, dapat diperhitungkan tiap detailnya oleh mesin pencari.</p>
<p>Caranya sangat sederhana, yaitu dengan menghapus attribut &#8216;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nofollow" target="_blank">rel=&#8221;nofollow&#8221;</a>&#8216; dari tag &lt;a href=&#8221;&#8230; di source HTML anda.</p>
<p>Tapi, jangan senang dulu, cara yang sangat sederhana diatas ternyata sangat sulit bagi sebagian orang, khususnya mereka yang menggunakan blog engine yang telah banyak beredar seperti <a href="http://www.wordpress.org">wordpress</a> ataupun <a href="http://www.blogger.com">blogger</a>. Blog engine ini telah memasukkan attribut <em>rel=&#8221;nofollow&#8221;</em> sebagai sebuah attribut standard dimesinnya, sehingga, pun bila kita memang tidak pernah merasa memasukkan attribut tersebut, script tersebut akan secara otomatis telah berada ditempatnya meski tanpa kita minta sebelumnya.</p>
<p><span id="more-75"></span>Tapi, sebenarnya kenapa kita harus menghapus attribut nofollow dari lembar komentar di blog kita? Sebenarnya, attribut “nofollow” adalah fungsi yang mencegah link pemberi komentar dihitung sebagai backlink oleh crawler search engine. Fungsi ini bertujuan untuk mencegah efek dari komentar-komentar spam yang biasanya menyerang blog ataupun web forum yang dibuat hanya untuk mencari baclink pada mesin pencari. Namun, metode ini diterapkan pad banyak mesin blog dan forum sebagai attribut default yang diterapkan pada sistem komentar/thread, metode ini akhirnya dianggap oleh banyak blogger sebagai tindakan membabi buta, karena, bukan hanya komentar spam yang akan dicegah, tetapi semua link dalam komentar tidak akan pernah dihitung keberadaannya.</p>
<p>Seiring dengan kemajuan, kini telah banyak metode-metode yang jauh lebih ampun untuk mencegah spam masuk ke dalam komentar suatu blog. Yang tentu saja, membuat attribut &#8220;nofollow&#8221; jadi kurang begitu berguna. Di situs <a href="http://www.nonofollow.net" target="_blank">nonofollow.net</a> dituliskan <a href="http://www.nonofollow.net/11-reasons-against-nofollow/" target="_blank">11 alasan mengapa blogger harus menghapus attribut nofollow </a>dari situsnya, salah satu alasan utama yang ada disitu antara lain; meski awalnya diciptakan untuk mematikan spam, nofollow tetap tidak dapat mencegah spam masuk kedalam lembar komentar suatu blog.</p>
<p>Oke, kalau kita emang gak suka, lantas gimana cara menghapus attribut tersebut dari blog kita. Oke, saya akan coba sedikit berbagi disini. Bagi pengguna wordpress ada 2 cara yang memungkinkan kita membuang attribut <em>rel=&#8221;nofollow&#8221;</em> dari blog kita, cara pertama adalah dengan cara manual (edit script), atau bisa dengan cara yang aman yaitu dengan menggunakan plugins-plugins yang memang sengaja dibuat untuk menghapus attribut tersebut.</p>
<p>Untuk cara manual, bagi pengguna wordpress versi 2.x keatas, anda bisa menggunakan langkah-langkah berikut* :</p>
<ul>
<li>Buka direktori <em>/wp-includes</em> pada root blog wordpress anda</li>
<li>Cari dan edit file bernama <em>comment-template.php</em></li>
<li>Di file tersebut, cari code <em>$return = &#8220;&lt;a href=&#8217;$url&#8217; rel=&#8217;external nofollow&#8217;&gt;$author&lt;/a&gt;&#8221;;</em></li>
<li>Ganti kode tersebut dengan <em>$return = &#8220;&lt;a href=&#8217;$url&#8217; rel=&#8217;external&#8217;&gt;$author&lt;/a&gt;&#8221;;</em></li>
<li>Simpan dan selesai.</li>
</ul>
<p><em>(* Melakukan edit secara manual bisa jadi sangat berbahaya dan sangat tidak disarankan bagi anda yang belum terbiasa melakukannya, jangan lupa untuk membackup file anda terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan.)</em></p>
<p>Nah, cara diatas dapat kita abaikan dengan menggunakan cara yang jauh lebih aman, yaitu dengan menginstall plugins-plugins khusus untuk mematikan attribut nofollow di blog kita. Beberapa plugins DoFollow yang bisa anda gunakan antara lain :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.semiologic.com/software/dofollow/" target="_blank">DoFollow buatannya semiologic</a></li>
<li><a href="http://www.michelem.org/wordpress-plugin-nofollow-free/" target="_blank">NoFollow Free</a></li>
</ul>
<p>Bagi pengguna blogspot, satu-satunya cara untuk menghapus attribut nofollow dari blog anda adalah dengan cara manual.Untuk lebih jelasnya, mungkin anda bisa merujuk ke situs-situs berikut :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.jackbook.com/blogger-hack-blogspot-hack-blogger-templates-customizing/how-to-remove-nofollow-tag-on-blogger" target="_blank">How to remove nofollow on blogger/blogspot</a></li>
<li><a href="http://weanenugi.web.id/remove-nofollow-di-blogger-blogspot/" target="_blank">Remove no follow di blogger</a></li>
</ul>
<p>Oh iya, ada satu hal juga yang ingin saya sampaikan disini, menghapus nofollow bukan berarti tidak mengandung resiko. Belakangan santer terdengar kalau <a href="http://www.google.com">google</a> <a href="http://www.blogdokter.net/2008/08/01/pengaruh-do-follow-pada-traffik/" target="_blank">enggan mengindeks halaman web yang tidak menggunakan nofollow di situsnya</a>. Tapi yah&#8230;memang berbuat baik juga gak pernah terlepas dari resiko kan?? sekarang pilihan berada ditangan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harismedia.com/seo/berikan-cinta-dengan-nofollow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
