Film Denias Senandung Di atas Awan berhasil masuk panitia seleksi piala Oscar tahun 2008 lho!
Selain Denias, ada film Opera Jawa (Artika Sari Devi-Eko Surpriyanto) dan The Photograph yg tdnya mau diseleksi. Tapi akhirnya Denias yg terpilih diseleksi utk kategori film asing.
Bisa jadi Opera Jawa ga terpilih krn film itu seluruhnya berbahasa Jawa. Sedangkan bahasa Jawa bukan bahasa nasional, nanti juri bingung lagi ;D. Sedangkan The Photograph, meski judulnya bahasa Inggris (biar internasional kali maksudnya) tapi dialognya pake bahasa Indonesia. Yaah, ga konsisten kan.
Film Denias memang paling beda diantara setumpuk film buatan Indonesia yang “kacangan”. Buktinya di bioskop Blitzmegaplex, film ini sampai diputar ulang! Dan ttp rame aja tuh yg nonton. Tapi jangan bandingkan rame-nya film ini dengan film Jelangkung, Pocong, Kuntilanak atau Legenda Sundel Bolong ya!
Wajar aja sih. Untuk bikin film itu, produser Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen harus riset dan observasi dulu berbulan-bulan sblm dpt gambaran pasti soal tema cerita, juga tradisi di Papua. Pemilihan pemeran utama jg ga sembarangan. Skenario dibuat cermat berdasarkan riset dan observasi itu. Jadi soal kualitas emang bermutu.
